Tuesday 29 October 2019

Biodata dengan BlueJ

Bahasa Java merupakan salah satu bahasa pemograman yang paling populer digunakan saat ini, dan secara luas dimanfaatkan dalam pengembangan berbagai jenis perangkat lunak aplikasi ataupun aplikas. Salah satu tools/software yang dapat digunakan dengan Bahasa pemrograman Java yaitu BlueJ. BlueJ sendiri merupakan software yang menyediakan pemvisualan dari struktur kelas dengan diagram UML (Unified Modelling Language) sebagai sarana perancangan sistem berorientasi objek.

Berikut ini, saya akan menjelaskan cara membuat biodata diri dengan aplikasi BlueJ.

1. Membuat Project Baru
a. Membuka aplikasi BlueJ terlebih dahulu, lalu klik menu Project -> New Project.
b. Isi nama pada New Project sesuai yang diinginkan, lalu klik tombol OK.




2. Membuat kelas baru
a. Klik button New Class di sebelah kanan untuk membuat kelas baru.
b. Isi nama New Class sesuai yang diinginkan. Untuk nama kelas kali ini saya kasih nama "Hello World", lalu klik OK.




c. Setelah itu, membuat New Class kembali dengan nama yang berbeda. Untuk kelas baru yang kedua ini, saya kasih nama “Biodata” , dimana dua class ini akan saling berkaitan, dengan begitu nantinya akan diberi tanda panah antar UML. Kemudian, BlueJ akan menampilkan tampilan seperti ini.



3. Membuat Program
a. Klik dua kali pada Class “HELLOWORLD” lalu muncul dasar sourcecode bahasa Java. Tulis Code sesuai dengan kebutuhan pengguna.




b. Untuk Class “BIODATA” , sama halnya dengan Class sebelumnya, tulis code sesuai dengan kebutuhan pengguna.





c. Lalu, klik Compile untuk memeriksa apakah program yang kita tulis terdapat kesalahan atau tidak. Apabila muncul tulisan “Class compiled. No syntax errors”, maka program telah benar.


4. Running Program
a. Kembali ke halaman project. Klik kanan pada Class “HELLOWORLD” , lalu pilih “void main (String[] args)".




b. Kemudian, akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Klik “OK”.




c. Hasil dari running program akan muncul seperti ini.




Thursday 24 October 2019

Evaluasi Tengah Semester III

1. Class Main


2. Class Pulsa


3. Class Online Shop


4. Class Tiket Kereta Api


5. Class Tiket Pesawat


6. Class Tiket Konser


7. Class i-Delivery



Wednesday 16 October 2019

Perbedaan Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Berorientasi Objek serta contohnya

1. Pemrograman Berorientasi Objek

Pemograman berorientasi objek merupakan pemograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. 
A. Bahasa pemograman yang mendukung OOP, antara lain :
- Visual Foxpro
- Java
- C++
- Pascal
- Visual Basic.NET
- SIMULA
- Smalltalk
- Ruby
- Phyton
- PHP
- C#
- Delphi
- Eiffel
- Perl
- Adobe Flash AS 3.0
B. Beberapa istilah dalam Pemograman Berorientasi Objek, antara lain :
  1. Class (kelas) adalah kumpulan definisi data dan fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu 
  2. Objek adalah data dan fungsi yang berada dalam satu unit dalam sebuah program komputer. 
  3. Abstraksi adalah kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya 
  4. Enkapsulasi adalah metode yang terdapat dalam objek  untuk mengubah atau mengakses keadaan dalam objek tersebut, dimana untuk mengubah suatu keadaan dalam objek hanya metode ini yang diizinkan untuk digunakan (yang memiliki akses) 
  5. Polimorfisme adalah saat sebuah variabel tunggal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selama program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama
C. Keuntungan dalam Pemograman Berorientasi Objek, yaitu :
  1. Maintenance → program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan rincian yang dibutuhkan untuk programmer. 
  2. Pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu). Perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database. 
  3. Dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut
D. Kekurangan dalam Pemograman Berorientasi Objek, yaitu :
  1. Memori lebih besar dibanding pemrograman terstruktur 
  2. Algoritma yang digunakan sulit disembunyikan sehingga mudah dibajak 
E. Contoh Pemograman Berorientasi Objek :
Image result for Contoh pemrograman berorientasi objek 
2. Pemrograman Terstruktur

Pemrogaman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan langkah untuk menyelesaian suatu masalah dalam bentuk program secara sistematis, logis, dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah dipahami.

Prinsip dari pemograman terstruktur adalah jika suatu proses telah sampai pada suatu titik tertentu, maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya atau kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah-langkah untuk proses berulang, atau disebut dengan Loop.
A.Bahasa pemograman yang mendukung pada Pemograman Terstruktur :
- Cobol Turbo Prolog
- C
- Pascal
- Delphi
- Borland Delphi
B. Kelebihan dalam Pemograman Terstruktur :
  1. Algoritma pemecahan masalah sederhana, singkat, dan efektif 
  2.  Penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahamiProgram hanya terdiri dari 3 struktur yaitu, struktur dasar, struktur seleksi, dan struktur perulangan 
  3. Program memiliki dokumentasi yang baik 
  4. Tidak menggunakan pernyataan GOTO yang akan membuat program tidak terstruktur dengan baik
C. Kekurangan dalam Pemograman Terstruktur :
  1. Cukup sulit dalam perawatan program 
  2. Untuk fungsi yang tersedia akan sulit diubah tanpa mempengaruhi fungsi sistem secara keseluruha 
  3. Akan bekerja cukup baik saat terisolasi, namun tidak saat terintegrasi dengan sistem lain
D. Contoh Pemograman Terstruktur :

Terimakasih ~~